Modul Ajar · Pencemaran Udara
Peraturan dan Standar Pencemaran Udara: baku mutu yang mengikat vs pedoman yang tidak
Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa mampu…
Kata kunci
Kata kunci Bab 8
8.0 · Pengantar
Mengapa standar diperlukan & dua rezim yang tak tertukar
Baku mutu ambien mengatur lingkungan yang ingin dicapai; baku mutu emisi mengatur yang boleh dibuang.
Tanpa standar, tidak ada dasar hukum untuk menetapkan apakah udara tercemar, menuntut pihak yang bertanggung jawab, atau menentukan langkah perlindungan diri. Empat lapis informasi harus dibedakan: fakta empiris berupa hasil pengukuran; ketentuan regulasi berupa angka yang mengikat; pedoman, seperti rekomendasi WHO AQG; dan interpretasi berupa analisis atas informasi tersebut. Inti bab ini adalah perbedaan antara BMUA pada udara bebas yang dihirup dan BME pada cerobong. Keduanya saling terkait, tetapi tidak dapat dipertukarkan karena kondisi acuannya berbeda: udara ambien menggunakan 25 °C dan 1 atm, sedangkan emisi menggunakan Nm³ kering dengan koreksi O₂.
8.1 · Internasional
WHO AQG 2021, NAAQS, dan EU 2024/2881
Pedoman tidak mengikat vs standar mengikat — dengan tangga interim yang sama.
WHO AQG 2021 & tangga IT
WHO AQG 2021 (22 Sep 2021) mengetatkan 2005 karena bukti tanpa ambang aman (Bab 5.9). Fitur kunci: interim target PM2.5 tahunan 35→25→15→10→5 dengan indeks mortalitas 124→100 — turun 20% dari IT-1 ke AQG.
Tabel 8.1 — WHO AQG + IT (µg/m³) untuk PM2.5 & PM10
| Parameter | IT-1 | IT-2 | IT-3 | IT-4 | AQG |
|---|---|---|---|---|---|
| PM2.5 tahunan | 35 | 25 | 15 | 10 | 5 |
| PM2.5 24 jam (P99) | 75 | 50 | 37,5 | 25 | 15 |
| PM10 24 jam (P99) | 150 | 100 | 75 | 50 | 45 |
| O₃ musim puncak | 100 | 70 | – | – | 60 |
| O₃ 8 jam (P99) | 160 | 120 | – | – | 100 |
| NO₂ tahunan | 40 | 30 | 20 | – | 10 |
| NO₂ 24 jam (P99) | 120 | 50 | – | – | 25 |
| SO₂ 24 jam (P99) | 125 | 50 | – | – | 40 |
| CO 24 jam (P99) | 7 mg/m³ | – | – | – | 4 mg/m³ |
NAAQS (7 Feb 2024) & EU (23 Okt 2024)
NAAQS PM2.5 tahunan 12,0→9,0 (review ulang Mar 2025 diumumkan). EU 2024/2881 recast 2008/50/EC berlaku 2030: PM2.5 tahunan 25→10, 24 jam 25 (≤18×/th) + AEI 5 µg/m³ + hak kompensasi warga bila dilanggar — pembanding litigasi 8.10.
Tabel 8.2 — Banding rezim PM2.5/NO2 (µg/m³)
| Rezim | PM2.5 thn | PM2.5 24j | NO2 thn | Sifat |
|---|---|---|---|---|
| WHO AQG | 5 | 15 | 10 | Pedoman |
| PP 22/2021 | 15 (=IT-3) | 55 | 50 | Mengikat ID |
| NAAQS 2024 | 9,0 | 35 | ≈100 (53 ppb) | Mengikat AS |
| EU 2030 | 10 | 25 (≤18×) | 20 | Mengikat UE |
8.2 · Rezim internasional
Dari CLRTAP hingga AATHP Haze-Free 2030
Polusi lintas batas menuntut hukum lintas batas.
CLRTAP 1979 (UNECE + 8 protokol, Gothenburg) & Stockholm POPs (UU 19/2009) & Minamata Hg (UU 11/2017) adalah rujukan global. AATHP 2002, berlaku 25 Nov 2003, diratifikasi RI UU 26/2014 (terakhir ASEAN 2015). COP-18 Vientiane 23 Agu 2023 mengadopsi Second Roadmap ASEAN Haze-Free 2023–2030: visi Haze-Free 2030, 9 strategi, target PM2.5 menuju WHO IT-3 (15 µg/m³) — jangkar pengetatan kawasan yang paralel dengan arah nasional.
8.3 · Nasional
UU 32/2009 & PP 22/2021 Lampiran VII
Payung → pelaksana: definisi pencemaran & BMUA nasional.
UU 32/2009 PPLH definisikan pencemaran (zat/energi ke ambien hingga tak memenuhi fungsi), udara ambien (troposfer yurisdiksi RI), serta BMUA vs BME — plus instrumen AMDAL Pasal 22, audit Pasal 48, dan gugatan PMH Bab XV (jalur 8.10).
Tabel 8.3 — BMUA nasional PP 22/2021 Lamp. VII (25 °C, 1 atm)
| Parameter | 1j | 3j | 8j | 24j | thn |
|---|---|---|---|---|---|
| SO₂ | 150 | – | – | 75 | 45 |
| CO | 10.000 | – | 4.000 | – | – |
| NO₂ | 200 | – | – | 65 | 50 |
| O₃ | 150 | – | 100 | – | 35 |
| NMHC | – | 160 | – | – | – |
| TSP | – | – | – | 230 | 90 |
| PM10 | – | – | – | 75 | 40 |
| PM2.5 | – | – | – | 55 | 15 |
| Pb | – | – | – | 2 | – |
Masuknya PM2.5 (15/55) dan pengetatan PM10 150→75 adalah dua kemajuan PP 22 vs PP 41/1999; PM2.5 15 baru IT-3 (3× AQG) — banding harus samakan waktu rata-rata, metode SNI 7119, dan kondisi acuan (25 °C vs 0 °C Nm³ Jerman/Eropa). Sumber tabel: TSP tahunan 90 mengikuti draf Bab_08 (rujukan ringkas hanya 24 jam 230); Pb tahunan belum dicantumkan di kedua MD (ringkas: 2/0,5) — verifikasi teks Lampiran VII.
8.4 · Emisi
BME sumber tidak & bergerak
Di cerobong vs di kenalpot — kedua rezim BME.
Tidak bergerak — Permen P.15/2019 (5 Apr 2019) cakup PLTU/G/U, PLTD/MG, PLTP, PLTBm, PLTSa, campuran — ganti 21/2008 & P.70/2016. PLTU batu bara unit baru SO₂/NOx 550, PM 100 mg/Nm³ (kering, O₂ koreksi, kondisi normal 0 °C) + wajib CEMS → SISPEK (Sub-bab 8.6); Hg/CO₂ 3 tahun. Kritik: 550 ≈3–15× longgar vs CN/JP/KR.
Catatan tentang basis pengukuran. Rujukan ringkas menyatakan emisi dalam Nm³ pada 0 °C, sedangkan draf Bab 8 menyebut 25 °C. Sebelum membandingkan angka dari berbagai sumber, samakan dahulu suhu acuan, basis kering atau basah, dan koreksi O₂ yang digunakan.
Bergerak — Euro 4 & uji emisi: PP 22 Lamp. IV + Permen P.15 konteks BME, adapun kendaraan tipe baru Euro 4 (bensin Apr 2022, solar ≤50 ppm) + uji berkala UU 22/2009 LLAJ Pasal 206 & Kemenhub. Tanpa BBM sulfur rendah, katalis tiga arah/DPF (Bab 9.7) tak efektif — prinsip bahan bakar–teknologi–standar.
Tak tertukar: BME mg/Nm³ (kering, O₂) vs BMUA µg/m³ (25 °C) — bandingkan setelah koreksi basis, bukan angka mentah.
8.5 · Indeks
ISPU vs AQI: konsentrasi sama, kategori berbeda
Indeks bukan fisika absolut — ia adalah jangkar kebijakan.
ISPU Permen P.14/2020: 7 parameter (PM10, PM2.5, NO₂, SO₂, O₃, CO, HC) → 5 kategori 0–50 Baik s.d. >300 Berbahaya; >100 wajib info/jam + pengendalian (Sub-bab 8.10). Catatan versi: draf Bab_08 mencatat HC hanya dipantau, bukan penentu — verifikasi teks Permen yang berlaku.
Keterangan: I = sub-indeks; C = konsentrasi terukur (µg/m³); hi/lo = batas atas/bawah breakpoint kategori. ISPU = maksimum sub-indeks 7 parameter; butuh kelengkapan ≥75% periode.
Tabel 8.4 — Perbandingan kategori (PM2.5 sebagai contoh breakpoint)
| Rentang | ISPU kategori | AQI kategori |
|---|---|---|
| 0–50 | Baik | Good |
| 51–100 | Sedang | Moderate |
| 101–150 | Tidak Sehat (101–200) | Unhealthy for Sensitive Groups |
| 151–200 | Unhealthy | |
| 201–300 | Sangat Tidak Sehat | Very Unhealthy |
| >300 | Berbahaya | Hazardous |
Titik batas PM2.5 pada indeks 100 berbeda: ISPU menggunakan 55,4 µg/m³, sedangkan AQI menggunakan 35,4 µg/m³ dan 9,0 µg/m³ setelah pembaruan 2024. Karena itu, PM2.5 sebesar 30 µg/m³ dapat menghasilkan ISPU sekitar 73 (Sedang), tetapi AQI sekitar 89 (Moderate). Perbedaan metode ini membantu menjelaskan perbedaan persepsi pada krisis udara Jakarta 2023.
8.6 · Pemantauan
SPKU ambien & CEMS→SISPEK emisi
Dari lokasi pemantauan hingga integrasi data kontinu.
SPKU KLHK (ambien) di kota besar → dasar ISPU (Permen 14/2020) + SPKU daerah + sensor murah Bab 4.7. Kesenjangan: terkonsentrasi kota besar, sementara sekitar PLTU sering hanya lewat pemodelan Bab 7 atau satelit — beri label [MODEL]. Kriteria lokasi pemantauan terbaru (Permen LH/BPLH 2026) & frekuensi manual aktif 24 data harian/tahun (2×/bulan, 24 jam).
CEMS → SISPEK (Permen P.13/2021 + P.15/2019): PLTU wajib pasang CEMS (SO₂, NOx, PM, flow, O₂), integrasi ke KLHK — geser dari sampling tahunan ke pengawasan berkelanjutan; agregasi beban ton/tahun antar-PLTU kini mungkin (dulu kelemahan inventarisasi Bab 3.6).
8.7 · Instrumen pengelolaan
AMDAL hingga PROPER
Sebelum dan sesudah izin: persetujuan + pengawasan.
AMDAL (Pasal 22 UU 32/2009) untuk berdampak penting — pemodelan dispersi Bab 7 sebagai prakiraan; UKL-UPL bila tidak wajib. Pasca UU Cipta Kerja: izin lingkungan → persetujuan lingkungan (PP 5/2021, perizinan berusaha berbasis risiko) + persetujuan teknis emisi. PROPER Emas–Hijau–Biru–Merah–Hitam + audit lingkungan Pasal 48 (wajib/sukarela). Perubahan ini memindahkan beban ke pasca-izin — pengawasan CEMS/PROPER jadi penentu, diperkuat Permen LH/BPLH 6/2026 Sanksi Administratif.
8.8 · Daerah
Jakarta sebagai laboratorium
Kebijakan perkotaan yang diuji pengadilan.
Perda 2/2005 + Pergub 210/2017 uji emisi + sanksi parkir/STNK, Ingub 66/2019 percepatan publik, Kepgub 576/2023 SPPU & LEZ Kota Tua (kajian LEZ, penetapan kawasan bebas kendaraan permanen; LEZ permanen belum teregulasi) + MRT/LRT/TransJakarta terintegrasi — struktural di hulu vs respons episodik penyiraman/WFH 2023 (dibahas Bab 10).
Ilustratif, bukan nasional: kebijakan Jakarta tidak dapat digeneralisasi tanpa data daerah lain; evaluasi efektivitas 2023 di Bab 10.
8.9 · Instrumen ekonomi
Pajak karbon & NEK: iklim vs udara
CO₂ (iklim) dan SO₂/PM (udara) rezim berbeda, tetapi co-benefit nyata.
UU 7/2021 Pasal 13 ≥ harga pasar; bila lebih rendah: Rp30/kg = Rp30.000/ton (≈2,1 USD/ton) awal PLTU cap-and-tax; ikut perdagangan dapat dikurangi. Perpres 98/2021 NEK (+ P.21/2022): perdagangan (cap-and-trade PLTU batu bara, IDXCarbon Feb 2023), pembayaran kinerja, pungutan, dan lain-lain. EV: fiskal & pengadaan pemerintah — verifikasi peraturan terbaru karena skema berubah.
Keterangan: Emisi & Cap dalam kg CO₂e; Rp30/kg = tarif UU 7/2021 bila pasar lebih murah. Rumus ini ilustrasi arithmetika dari tarif (bukan bunyi pasal). BECO₂ ≠ BSO₂/PM: perdagangan CO₂ tidak langsung turunkan SO₂/PM, tetapi menekan PLTU boros (korelatif high-SO₂).
8.10 · Terkini
Kesenjangan 15 vs 5 dan dari putusan ke kebijakan
Tangga IT yang sama menautkan WHO, AATHP, dan ruang sidang.
Tabel 8.5 — Sela BMUA tahunan vs pedoman & standar mengikat
| Parameter thn | PP 22/2021 | WHO AQG | Posisi IT |
|---|---|---|---|
| PM2.5 | 15 (=IT-3, 3× AQG) | 5 | IT-3 (arah IT-4 10 → AQG 5) |
| PM10 | 40 | 15 | Antara IT-2/IT-3 |
| NO₂ | 50 | 10 | Melampaui IT-1 40 |
Arah pengetatan mengikuti interim target: 15→10→5 dengan instrumen 8.4–8.9 sebagai tuas — sejalan AATHP Haze-Free Roadmap ke IT-3.
Citizen lawsuit Jakarta 2019→2023 inkracht
Sebanyak 32 warga yang tergabung dalam Koalisi IBUKOTA menggugat tujuh tergugat. Dalam Putusan PN Jakarta Pusat No. 374/Pdt.G-LH/2019 pada 16 September 2021, lima tergugat dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum berdasarkan UU 32/2009. Putusan tersebut memuat sembilan amar, antara lain kewajiban menyediakan BMUA yang cukup melindungi, supervisi gubernur, kawasan penyangga, dan inventarisasi emisi lintas batas secara berkala. Putusan ini dikuatkan oleh PT DKI pada 17 Oktober 2022 dan kasasinya ditolak Mahkamah Agung pada 13 November 2023. Dengan demikian, BMUA menjadi isu yang dapat diuji di pengadilan. Hingga 2025, pelaksanaan supervisi dan inventarisasi lintas batas Jabodetabek masih terus didorong.
Preseden: kewajiban negara atas mutu ambien dapat diuji sebagai PMH — jembatan hukum dari sains (IT) ke regulasi (PP).
Rangkuman
Pokok pembelajaran
- Standar berlapis: AQG (pedoman) vs BMUA/BME (mengikat); BMUA PM2.5 15 = IT-3, 3× AQG, di atas NAAQS 9,0 & EU 2030 10.
- Rezim global (CLRTAP, Stockholm, Minamata) & regional AATHP → Haze-Free Roadmap 2030 ke IT-3 menjangkar arah nasional.
- Nasional: UU 32/2009 + PP 22/2021 Lamp. VII (9 parameter, 25 °C) — kemajuan PM2.5 15/55 vs PP 41/1999.
- BME sektoral: P.15/2019 (550/100 + CEMS→SISPEK) vs Euro 4 + uji emisi berkala (bahan bakar–teknologi–standar).
- ISPU (5 kategori) vs AQI (6: 101–150 khusus sensitif) — breakpoint 9,0 vs 55,4 menjelaskan beda persepsi 2023.
- Baru (citizen lawsuit inkracht) menegaskan BMUA justisiabel dan mendorong pengetatan bertahap via tangga IT.
Checkpoint
Uji pemahaman
Enam soal tentang BMUA vs AQG, NAAQS/EU, AATHP, BME, ISPU/AQI, dan litigasi.
Diskusi
Pertanyaan diskusi
Buka petunjuk setiap pertanyaan untuk memulai pembahasan.
Latihan
Latihan mandiri
Enam tugas penerapan; progres tersimpan otomatis di perangkat ini.
Referensi